chapter 2

I am Your Special Fan? [CHAPTER 2]

‘Blue Jacket’

Handphoneku tiba-tiba berdering. I am dead!! Nada deringku~ dengan cepat aku mematikan handphoneku. Kevin menatapku dengan ragu.

“ringtonemu? Kau KissMe??”

“ah aniyo! Ini hanya… ini hanya… umm..”, sial! Aku tidak bisa menjawabnya. Aku begitu takut dengan tatapannya. Kevin mendekatiku yang berdiri tepat di depannya. Terus mendekatiku. Aku hanya bisa pasrah dan habislah aku!

“Jisun-ssi, dimana bajuku?”, AJ datang memecahkan suasana. Selamat~ untung saja.

Kevin berhenti melangkah dan hanya menatapku. “di lemari ini, kau Jisun pergilah. Biarkan aku yang memberi tahu mereka”, Kevin menjawab pertanyaan AJ.

Aku pergi dengan perasaan yang begitu takut. Semoga saja Kevin tidak memberitahu kecurigaannya pada AJ. Ah habislah aku! Tapi mengapa mereka begitu waspada jika manager mereka seorang KissMe? Apakah itu salah? Bukankah itu bagus dan bisa mempermudah mereka karena KissMe pasti tahu apa yang seharusnya u-kiss lakukan untuk ke depannya? Aku terus berfikir dan terhenti saat aku melihat manager atasan sedang berdiri di pintu ruanganku. Aku sedikit membungkuk sebagai rasa hormat. “Jungnim sonsaengnim..”, begitu sapaku.

Dia membalas dengan tersenyum. “bagaimana pekerjaanmu?”

“aa~~ mengapa anda begitu tiba-tiba? Saya baru bekerja jadi belum bisa menyimpulkan kkk~”, jawabku seadanya.

“ne, arasso. Aku hanya ingin mengecek jika ada yang tidak kau mengerti atau apapun itu silahkan tanya padaku”

“pasti! Anda tidak perlu khawatir Tuan. Tapi karena anda sudah disini maka saya akan bertanya kenapa mereka begitu sensitif tentang managernya seorang Kissme?”, tanyaku dengan sopan.

“kau kissme?”, DEG!

“ani… maksudku, mereka begitu khawatir jika manager mereka seorang kissme. Apakah pernah terjadi sesuatu? Yang berhubungan dengan itu mungkin…”

Jung Nim sonsaengnim menjelaskan semuanya bahwa dulu pernah ada manager mereka yang seorang KissMe. Manager itu selalu mengusik kehidupan u-kiss serta mengatakan kepada teman-temannya tentang u-kiss tanpa u-kiss tahu dan perusahaan. Saat mereka tahu, u-kiss begitu marah dan perusahaan langsung memecatnya.

“ah ne arasso..”, aku mengangguk.

“yang penting kau bukan kissme kan? Kiseop yang menjaminmu bukan kissme, itulah sebabnya aku percaya padanya”, Jung Nim sonsaengnim berlalu pergi.

Seram sekali. Aigoo~ beruntung aku tidak banyak menghadiri acara yang berhubungan dengan u-kiss dan temanku satu-satunya yang mengenal dekat aku seorang kissme adalah Jihyo. Tapi kenapa Kiseop yang menjaminku? Apakah karena masalah itu?

 

 

Semenjak kejadian itu aku selalu waspada akan semuanya. Aku takut akan kemarahan u-kiss dan itu pasti menyakitkan. Aku mulai menghapus lagu-lagu u-kiss yang ada di handphoneku serta yang lainnya. Namun merchandise yang berhubungn dengan u-kiss tetap aku simpan dirumahku karena aku rasa itu tak apa.

 

 

Seminggu sudah aku menjadi manager mereka. Aku menghabiskan waktu untuk mengurusi mereka. Dan disela-sela waktu luangku aku menemui Jihyo yang selalu ingin bertemu denganku dan menyuruhku berbicara tentang u-kiss. Aku mengatakan padanya untuk menjadikan ini rahasia karena akan fatal akibatnya. Selain itu aku juga selalu memakai masker setiap menemani u-kiss akan perform. Gunanya agar fans tidak mengenalku karena aku yakin ada di antara mereka yang pernah melihatku.

Malam ini mereka menginap dirumah mereka masing-masing kecuali Kevin. Dia menginap di dorm karena ada yang ingin dia perbaiki dalam dancenya.

“Jisun-ssi, kau di dalam? Apaka kau sudah tidur?”, suara yang biasa aku dengar mengetuk pintu ruanganku sekitar jam 11 malam. Membangunkan tidurku.

Aku membukanya. Kevin tersenyum. “Kevin? Kau belum tidur? wae?”

“mianhamnida aku menggangggumu..”, dia membungkuk.

“gwaenchana, jangan bicara terlalu formal kepadaku, aku begitu kaku jadinya hihi”

“ah ne.. bisakah kau temani aku malam ini?”

Temani? Maksudnya? Omo~!! “menemanimu? Kau mau kemana?”

“temani aku berlatih dance. Is it okay for you?”, Kevin tersenyum menunjukkan eyes smilenya. Tampannya~

“oh o

chapter 2

I am Your Special Fan? [CHAPTER 2]

‘Blue Jacket’

Handphoneku tiba-tiba berdering. I am dead!! Nada deringku~ dengan cepat aku mematikan handphoneku. Kevin menatapku dengan ragu.

“ringtonemu? Kau KissMe??”

“ah aniyo! Ini hanya… ini hanya… umm..”, sial! Aku tidak bisa menjawabnya. Aku begitu takut dengan tatapannya. Kevin mendekatiku yang berdiri tepat di depannya. Terus mendekatiku. Aku hanya bisa pasrah dan habislah aku!

“Jisun-ssi, dimana bajuku?”, AJ datang memecahkan suasana. Selamat~ untung saja.

Kevin berhenti melangkah dan hanya menatapku. “di lemari ini, kau Jisun pergilah. Biarkan aku yang memberi tahu mereka”, Kevin menjawab pertanyaan AJ.

Aku pergi dengan perasaan yang begitu takut. Semoga saja Kevin tidak memberitahu kecurigaannya pada AJ. Ah habislah aku! Tapi mengapa mereka begitu waspada jika manager mereka seorang KissMe? Apakah itu salah? Bukankah itu bagus dan bisa mempermudah mereka karena KissMe pasti tahu apa yang seharusnya u-kiss lakukan untuk ke depannya? Aku terus berfikir dan terhenti saat aku melihat manager atasan sedang berdiri di pintu ruanganku. Aku sedikit membungkuk sebagai rasa hormat. “Jungnim sonsaengnim..”, begitu sapaku.

Dia membalas dengan tersenyum. “bagaimana pekerjaanmu?”

“aa~~ mengapa anda begitu tiba-tiba? Saya baru bekerja jadi belum bisa menyimpulkan kkk~”, jawabku seadanya.

“ne, arasso. Aku hanya ingin mengecek jika ada yang tidak kau mengerti atau apapun itu silahkan tanya padaku”

“pasti! Anda tidak perlu khawatir Tuan. Tapi karena anda sudah disini maka saya akan bertanya kenapa mereka begitu sensitif tentang managernya seorang Kissme?”, tanyaku dengan sopan.

“kau kissme?”, DEG!

“ani… maksudku, mereka begitu khawatir jika manager mereka seorang kissme. Apakah pernah terjadi sesuatu? Yang berhubungan dengan itu mungkin…”

Jung Nim sonsaengnim menjelaskan semuanya bahwa dulu pernah ada manager mereka yang seorang KissMe. Manager itu selalu mengusik kehidupan u-kiss serta mengatakan kepada teman-temannya tentang u-kiss tanpa u-kiss tahu dan perusahaan. Saat mereka tahu, u-kiss begitu marah dan perusahaan langsung memecatnya.

“ah ne arasso..”, aku mengangguk.

“yang penting kau bukan kissme kan? Kiseop yang menjaminmu bukan kissme, itulah sebabnya aku percaya padanya”, Jung Nim sonsaengnim berlalu pergi.

Seram sekali. Aigoo~ beruntung aku tidak banyak menghadiri acara yang berhubungan dengan u-kiss dan temanku satu-satunya yang mengenal dekat aku seorang kissme adalah Jihyo. Tapi kenapa Kiseop yang menjaminku? Apakah karena masalah itu?

 

 

Semenjak kejadian itu aku selalu waspada akan semuanya. Aku takut akan kemarahan u-kiss dan itu pasti menyakitkan. Aku mulai menghapus lagu-lagu u-kiss yang ada di handphoneku serta yang lainnya. Namun merchandise yang berhubungn dengan u-kiss tetap aku simpan dirumahku karena aku rasa itu tak apa.

 

 

Seminggu sudah aku menjadi manager mereka. Aku menghabiskan waktu untuk mengurusi mereka. Dan disela-sela waktu luangku aku menemui Jihyo yang selalu ingin bertemu denganku dan menyuruhku berbicara tentang u-kiss. Aku mengatakan padanya untuk menjadikan ini rahasia karena akan fatal akibatnya. Selain itu aku juga selalu memakai masker setiap menemani u-kiss akan perform. Gunanya agar fans tidak mengenalku karena aku yakin ada di antara mereka yang pernah melihatku.

Malam ini mereka menginap dirumah mereka masing-masing kecuali Kevin. Dia menginap di dorm karena ada yang ingin dia perbaiki dalam dancenya.

“Jisun-ssi, kau di dalam? Apaka kau sudah tidur?”, suara yang biasa aku dengar mengetuk pintu ruanganku sekitar jam 11 malam. Membangunkan tidurku.

Aku membukanya. Kevin tersenyum. “Kevin? Kau belum tidur? wae?”

“mianhamnida aku menggangggumu..”, dia membungkuk.

“gwaenchana, jangan bicara terlalu formal kepadaku, aku begitu kaku jadinya hihi”

“ah ne.. bisakah kau temani aku malam ini?”

Temani? Maksudnya? Omo~!! “menemanimu? Kau mau kemana?”

“temani aku berlatih dance. Is it okay for you?”, Kevin tersenyum menunjukkan eyes smilenya. Tampannya~

“oh o

My Fanfic [indonesian] xD

I am Your special Fan? [CHAPTER 1]

Casts: Kevin Woo, Kim Jisun, U-Kiss, Teen Top Chunji (cameo), Song Jihyo (cameo).

Genre: love, straight.

 

Bagaimana jika seorang fan menjadi manager dari idolanya? Akankah dia tetap menjadi fan yang sepenuhnya mengagumi atau berubah menjadi mencintai idolanya tersebut? Dan akankah ada  cinta tumbuh diantara mereka?

 

‘I AM DEAD!’

Hari ini aku pergi ke Namsan Tower untuk menghabiskan waktu luangku. 15 menit aku duduk di taman yang ada disana, tiba-tiba seorang anak laki-laki berumur sekitar 5 tahun menghampiriku. Dia bertanya padaku seperti ini, “noona, apakah cinta itu ada?”. Pertanyaan itu membuat aku terkejut dan tertawa. Bukankah itu pertanyaan yang lucu? Tapi aku tidak menjawab, hanya membalas dengan senyuman dan mencubit pipinya. Di otakku hanya ada bagaimana bisa dia bertanya seperti itu?!!  Hahaha

Keesokan harinya aku pergi ke Namsan Tower dan entah kenapa kami bertemu lagi. Dan dia lagi-lagi bertanya, “noona, apakah kau punya saudara laki-laki?”. Pertanyaan yang membuatku tertawa lagi. Dan di pertanyaan ini aku menjawab, “ani, noona tidak punya saudara laki-laki. Wae?”, tanyaku balik sambil mencubit pipinya. Dia tertawa dengan imutnya. “adik kecil,namamu siapa?”

“namaku Kijun! Lee Kijun!!”, dia menjawab dengan lucunya.

“aaa~~ nama yang bagus! Kijun dengan siapa? Dimana ibumu?”

“aniyo, aku datang dengan Kiseop hyung”, jawabnya sambil menunjuk sisi kanan Namsan Tower.

Aku melihat ke sisi kanan Namsan Tower. “eodi? Tidak ada siapa-siapa”, tanyaku saat melihat tidak ada siapapun disana.

Adik kecil bernama Kijun itu berlari meninggalkanku. Aku mengikutinya untuk mengetahui dengan siapa dia kesini dan siapa Kiseop-hyung itu. Aku terus mengikutinya hingga dia berhenti tepat disisi kanan Namsan Tower dan aku melihat seorang lelaki berperawakan kurus dan tinggi. Lelaki itu memakai kacamata hitam dan hoodie kuning serta tangan kirinya di perban sedang duduk santai. Disaat Kijun datang, lelaki yang katanya bernama Kiseop itu berdiri dan melihatku. Aku juga melihatnya dengan tatapan heran.

“hyung, ini noona itu”, Kijun menarik hoodie lelaki yang bernama Kiseop itu.

“Kiseop?”, aku bertanya pelan membuat dia menatapku. “apakah dia adikmu?,” lanjutku.

“ne.. mianhamnida..”, jawabnya sambil memperbaiki kacamata hitamnya yang sedikit turun kebawah. Aku bisa sedikit melihat matanya. Kiseop U-Kiss?!! Ya, dia mirip dengan member U-Kiss!? Tapi.. bukankah Kiseop U-Kiss tidak mempunyai adik kecil??

“oh gwaenchanayo.. adikmu begitu lucu kkk~~  baiklah, aku harus pulang. Bye Kijun~~!,” ucapku lalu pergi.

“wait!!”, lelaki bernama Kiseop itu memanggilku.

Aku menoleh ke arahnya. “ne?”

“kau lupa?”

“lupa? Maksudmu? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?”

Dia mengangguk. “ini..”, jawabnya sambil mengangkat tangan kirinya yang diperban.

“kau…. Kiseop U-Kiss?!!”, tanyaku dengan mata melotot.

Dia tersenyum. “ne”

 

Flashback »

Ah sial!! Aku sudah terlambat!! Aku terus melajukan sepeda motorku. Tidak peduli nyawaku. Ini sangat penting, aku harus tes untuk masuk kerja!! Aku makin kesetanan membawa sepeda motor hingga aku melihat seorang lelaki dengan tiba-tiba menyeberang tanpa melihat jalanan. Aku pasrah dan menutup mata. Kejadian itupun terjadi. Kecelakaan yang aku sendiri tak menyangka..

Aku memang tak begitu parah, hanya kakiku yang terkilir akibat terhimpit oleh motorku. Beruntung aku bisa mengendalikan dan mengerem motorku dengan hebatnya. Dan lelaki itu pingsan serta tangan yang berada dibawah roda depan motorku. Aigoo~~ betapa terkejutnya aku saat aku melihat wajahnya. Kiseop U-Kiss!! Idolaku!! U-kiss!! Member u-kis?!! OMO~!! Habislah aku dihajar fansnya. Itulah yang ada difikiranku saat itu. Orang-orang yang berada disana membawanya kerumah sakit dan beruntung tidak ada media atau member u-kiss atau stafnya yang mengetahui kejadian itu. Aku juga dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan atas kakiku yang terkilir ini.

Perawatanku selesai dan untung saja dokter bilang itu tak apa jadi dia hanya memberiku olesan untuk kaki dan obat. Teringat olehku bahwa tidak mungkin aku meninggalkan Kiseop tinggal disini sendirian, aku harus menyelesaikan ini dengannya. Aku bergegas ke kamarnya dengan kaki yang sedikit pincang.

Kamar 0330

Betul, ini kamarnya. Segera aku masuk dan melihat keadaannya. Dia masih terbaring tak berdaya. Aku tanyakan pada dokter apa yang dia alami, dokter hanya menjawab dia mengalami cedera di bagian tangan kirinya yang tak begitu parah serta shock. Aku kembali lagi ke kamarnya dan melihat dia sudah bangun dari pingsannya.

“aku dimana? Kenapa begitu cepat dibawa kerumah sakit dan kau siapa? Berani sekali kau?”, pertanyaan yang begitu penasaran membuatku kesal.

“kau……tangan kau… lihat! Apakah ini member U-Kiss yang tahu peraturan?!! Menyeberang sembarangan dan tiba-tiba bertanya seperti itu?!! Ya!!”, tanya serta teriakanku membuatnya terkejut. Aku begitu kesal saat dia berkata ‘berani sekali kau?’ Aku bahkan tidak peduli dia adalah member u-kiss, idolaku sendiri. “aku jadi kehilangan pekerjaan karena kau!!”, lanjutku lalu pergi dari kamar inapnya.

Flashback end`~`

 

Raut wajahku berubah sedikit kesal mengingat kejadian seminggu yang lalu itu. “lalu sekarang? Kau ingin menuntutku?”

Kiseop menggeleng. “ani, aku ingin minta maaf karena telah membuatmu kehilangan pekerjaan..”

“lupakan, aku harus pergi..”, jawabku lalu berjalan cepat meninggalkannya dan Kijun.

 

Aku terus berjalan dengan cepat menuju halte untuk pulang kerumah. Niatku yang ingin santai jadi terhalang karena ini. Kira-kira 5 meter lagi aku tiba di halte.

Saat aku hendak menyeberang sebuah mobil datang menghampiriku. Lagi-lagi dia, Ki..Seop! dia keluar dari mobilnya. “masuklah…”, ajaknya sambil tersenyum.

“wae? Kau ingin membuat tanganku…”

Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku, Kiseop menarikku masuk ke mobilnya. Aku sungguh tidak bisa melawan karena pegangan tangannya dilenganku lumayan erat. “ya!!!”, teriakku saat aku sudah masuk ke mobilnya.

Dia mengunci pintu serta melaju dengan mobilnya. “tenanglah..”

Sial!! Aku tidak menjawab. Aku mencoba perhatikan mobil putih ini dan aku tidak melihat Kijun, adiknya tadi.

“wae? Kau mencari Kijun? Dia adalah adik sepupuku dan sudah kuberikan pada ibunya”, Kiseop menjawab kebingunganku tanpa aku tanya. Aku tak merespon.

Aku terus mengikuti kemana arahnya hingga dia berhenti di sebuah gedung besar. Aku mencoba melihat dan…NH Media! Ya disana tertulis NH Media. “ya!! Kau dan U-Kiss mau menghukumku?!!”

Dia tidak menjawab, hanya tersenyum. Kami keluar dari mobil dan menuju dorm mereka. Aku hanya bisa diam karena pertanyaanku tidak dijawab olehnya.

“namamu siapa?”, tanyanya saat kami berada di lift menuju dorm u-kiss.

“Jisun Kim”, jawabku pasrah.

 

 

“annyeong!”, ucapnya sambil tersenyum lebar kepada member lain saat kami tiba dan masuk ke dorm u-kiss.

Mati aku! Aku bisa melihat Kevin yang sangat aku idolakan di u-kiss karena sejujurnya aku KissMe dan sangat menyukai Kevin. Ingin rasanya aku teriak saat itu karena member u-kiss sedang dalam keadaan santai dan mereka tertawa padaku. Aigoo~~ Hoon begitu tampan serta AJ yang juga idolaku sangat tinggi dan keren! Eli begitu tampan, sangat tampan dan Soohyun juga hanya mengenakan kaos tanpa lengan. Aigoo aigoo~!! Dongho juga sangat imut kyaaaaaa~~~~!!

Senyum terpancar dari bibirku. Betapa bahagianya yang aku rasakan saat ini.

“namanya Jisun”, Kiseop memperkenalkanku kepada member lain.

“wah nama yang bagus! Yang penting dia bukan KissMe, ya kan?”, jleb! Bukan KissMe? T_T ada apa ini?

“ah tentu saja! Dia bukan KissMe, bukankah begitu?”, Kiseop memegang bahuku.

“ah ne tentu saja!”, entah mengapa aku mengiyakan apa yang dikatakan Kiseop barusan padaku.

“jadi apakah kau mau jadi manager kami?”, tawar Soohyun tiba-tiba.

Mwo?!! Manager? Aku memutar bola mataku. Menarik nafas. Tunggu! Kenapa tiba-tiba aku?!! “tapi.. ada apa ini sebenarnya?”, tanyaku memulai.

Kiseop menceritakan semua. Ternyata karena kecelakaan itu. Dan juga karena aku marah kehilanagn pekerjaan. Jadi Kiseop menjadikan ini sebagai permintaan maaf padaku. Rasanya ingin teriak! Aku dengan cepat mengiyakan dan betapa gembiranya aku saat ini. Aku harus menceritakan ini kepada Jihyo! Sahabatku yang sama-sama menyukai u-kiss.

Jadi pekerjaanku adalah mengatur jadwal mereka serta mengingatkan mereka tentang apapun yang mereka lakukan. Dan aku juga harus tinggal disini, ada kamar yang terpisah dari mereka. Itu adalah kamar manager lama dan sekarang aku yang menempatinya. Kebetulan aku juga tinggal sendiri di Seoul ini karena orang tuaku berada di Jepang untuk bekerja. Dan yang harus aku terima adalah berpura-pura bahwa aku bukan seorang KissMe. Aigoo~~

——OoO—-

Hari ini aku sibuk memindahkan barang-barangku. Meskipun barang-barangku tidak banyak tapi tetap saja ini melelahkan. Nanti tepat jam 12 siang aku sudah mulai mengikuti kegiatan mereka karena hari ini hari kamis,maka akan ada M!Countdown di Mnet dan mereka harus datang lebih cepat karena ada pre-recording untuk persiapan tampil nanti.

Aku masuk ke dorm mereka untuk mengajak mereka keluar karena harus mempersiapkan diri seperti make up dan yang lainnya. Mereka mengeluh karena ini masih pagi. Aku hanya menjawab ini memakan waktu jadi harus cepat agar tidak terlambat. Mereka semua benar-benar ramah. Walaupun aku masih muda di antara mereka kecuali dengan Dongho karena kami berbeda 2 tahun, tapi mereka menghargaiku. Yah aku tahu karena aku managernya namun ini berbeda. Kevin menatapku saat hendak keluar lalu mengucapkan ‘fighting!’ padaku. Dan Kiseop mengedipkan matanya padaku. Ah betapa tampannya mereka!

Teringat olehku untuk menelfon Jihyo karena aku belum sempat mengatakan padanya tentang pekerjaan baruku ini.

“mwoya?!!!! Kau, menjadi manager u-kiss?? Kyaaaaaaaaa~!! Mengapa tiba-tiba dan tidak mengajakku?!! Kau curang!! Ah Kiseopku!! Jisun-ah aku mau~~~”, rengek serta cerewet Jihyo keluar saat aku mengatakan berita ini padanya. Sungguh telingaku sangat peka dengan teriakannya yang begitu histeris. Aissh~!!

“aissh~!! Kau diamlah, aku menyamar tidak menyukai mereka karena ini. Ara?!! Jadi tolong jangan bawa tentang fangirl lagi~”, jawabku sedikit berbisik dan menjauh dari dorm u-kiss.

“jinjja?! Wae?!!”

“kau mau KissMe menjadi menager dan dia asik mengganggu u-kiss?!”

“ah arasso! Kita harus bertemu,okay? Aku tunggu besok di depan gedung NH Media jam 9~~”, Jihyo menutup telfon. Aisshh anak itu! Aku kan belum mengiyakannya! Habislah aku.

“Jisun-ssi, bisa kau tunjukkan dimana pakaianku untuk hari ini?”, Kevin datang mengejutkanku.

Aku mengangguk dan menunjukkan tempatnya. “ini bajumu, Kevin dan yang lainnya. Mianhamnida memanggilmu Kevin karena manager atasan menyuruhku untuk memanggil nama kalian saja”

“ah gamsahamnida! Gwaenchana! Kau bisa panggil aku Kevin, ok? Walaupun kau muda dari kami kecuali Dongho jadi tenang saja~”

I do believe, believe nan neoreul mido believe believe~

Handphoneku tiba-tiba berdering. I am dead!! Nada deringku~ dengan cepat aku mematikan handphoneku. Kevin menatapku dengan ragu.

“ringtonemu? Kau ..??”

“ah aniyo! Ini hanya… ini hanya… umm..”, sial! Aku tidak bisa menjawabnya. Aku begitu takut dengan tatapannya. Kevin mendekatiku yang berdiri tepat di depannya. Terus mendekatiku. Aku hanya bisa pasrah dan habislah aku!

tiffany <3

fuckyeahwoosunghyun:

*Do not edit

“Do you really think AJ has something for Kevin?”

thezoni:

“Do you really think AJ has something for Kevin?” - Anonymous


imageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimage

“This is my love towards you, baby.” 

Does that answer your question?

Also, just for kicks, I’ll add this:
image 

cr: yesonewrwk

fuckyeahukiss:

2012.12.12 on sale

A ballad perfect for the upcoming Christmas season!

CD+DVD Version [Jacket A]

AVCD-48564/B
¥1,890 (tax included)

[CD Content]
1. Distance…
2. Love to Go
3. Distance… (Instrumental)
4. Love to Go (Instrumental)

[DVD Content]
◆ Distance… (Music Video)
◆…